Kamis, 28 Februari 2019

Aku Sang Plampiasan

  Aku Sang Plampiasan   11-10-2016

aku yang menjadi plampiasan ,
kenapa posisi ini membatin di hati,
kadang aku ingin lupakan semua yang pernah terjadi,
tapi ingatan tidak bisa untuk menghapusnya,
aku berusaha untuk tidak membuat anak sungai di pipi,
tapi, mata ini tidak biasa menjadi bendungan

dari kejauhan  ketika di tempat penerima tamu
berjalan seperti ingin menujuku
terkaget ketika dia langsung memarahiku
dengan nada tinggi menyuarai di telingaku yang tlah memerah
sakit rasa nya ketika itu aku di bilang
”baru anak sore ko berani, dia itu atasan kamu, ko belagu si ih ampun deh”

Disiang bolong kalimat itu aku dengar
Menggigil, kaku, ntah apa yang harus aku ucapkan
Hanya bisa berkata iyah “bu maaf”

Apa karena aku hanya orang kecil, rakyat biasa
Sampai sebegitu hinanya aku,
seakan aku menjadi tujuan kekesalan dia setelah dia dimarahi
Aku tak Mengerti Aku Menjadi serba salah
Ku di perintah dengan lain pihak
Aku siapa, aku sama seperti mereka manusia
Layakny aku punya pikiran

kadang pernah terlintah di benka aku,
untuk apa kelebihan aku jika tidak di pergunakan,
aku kadang ingin membalas nya
apa yang telah mereka lakukan kepada ku,
rasa sakit aku, sedih rasa nya,
tapi hati aku berjiwa besar,
dan aku ga mw untuk melakukan hal yang buruk baginya
tapi aku yang selalu kena imbas menjadi kemarahan meraka,

aku siapa?
Apa aku  terlahir seperti ini hanya untuk menjadi imbasan orang-orang yang  tak memiliki hati
aku siapa pertanyaan itu aku tanya pada diri sendiri
mana mungkin aku jawab
doa ku pada tuhan
suatu anugrah yang bisa menguatkan hati ini
dari fitnah,
 fitnah yang amat merugikan ku,
fitnah yang membuat ku troma untuk mengenal sosok laki-laki,
fitnah yang membuat ku bangkit,
fitnah yang mengajariku untuk kuat dalam hidup,
 dan tak pernah terlepas dari kata allah.
 Ya kata allah yang satu satu nya menguatkan aku,
seberapa besarpun masalah aku, s
esedih apa pun aku, itu yang menegarkan aku,
hanya jalan terakhirlah aku serahkan pada allah
sang pencipta langit dan bumi yang menenangkan hati

Kamis, 31 Januari 2019

Ayah Sang Pejuang

catatan ini ditulis pada 2016 bulan oktober, kala itu tidak henti ucapan syukur ketika anugrah dating, namun kali ini pembelajaran dimata lalu yah teman 



Ayah …..
Dulu kau selalu berkata…
Anak ku Kau Kau akan Jadi apa …………..apa kau tak punya cita-cita…
Kamu sekolah tinggi 
Untuk apa ilmu yang kau punya.. apa kau tak ingin kerja
Membantu adikmu sekolah,,, ilmu mu tidak berkah
Kata itu yang masih aku ingat yah,,
Kata yang setiap hari aku dengar
Kalimat terucap ketika ayah memarahi aku
Ketika kekesalan ayah semuanya terimpas pada ku
Seakan aku hanya menjadi pelampiasan keluarga
Seakan aku hanya benalu dalam keluarga
Sakit ketika kau pertanyakan aku seperti itu
Sakit ketika aku mendengarnya
Seakan aku tak punya keinginan
Seakan aku hanya seorang pengangguran yang putus asa
Aku memang putus asa ayah
Tapi itu hanya sejenak
Untuk melepas semua beban yan g aku pikul
Semua kejadian yang aku alami
Semua kebohongan yang telah membohongi ku
Karena aku lelah dengan semua masalah ini,
Masalah yang tak pernah ada ujung nya
Ayah tau kah engkau
Aku punya banyak beribu mimpi
Aku ingin membahagiakan ayah
Aku ingin membayar piutang ayah
Aku ingin yah, menyekolahkan adik,
Aku ingin semua itu,, mimpi aku besar yah
Tapi apa semua yang aku inginkan hanya mimpi
Perkataan ayah hanya membuat aku  menjadi lemah
Ayah tau aku memang anak yang tak tau diri
Tapi aku punya seribu mimpi

Ayah,,
Jiwa mu, raga mu, sabarmu,
Selalu ada ketika aku terjatuh
Ketika tlah terbohongi oleh jiwa yang tak punya hati
Kau tetap ada di sampingku,, walau hatimu sakit
Walau kau pun lelah
Namun kau tetap menjadi penopang bebanku
Penopang Jiwa ku yang rapuh

Kau tak Pernah Ada hentinya Mengingatkanku
Membayangiku denga Pikiran Positifmu
Kejadian yang mengajari aku dewasa
Kejadian yan g mengajari aku akan kejamnya hidup ini
Kejadian menguatkan aku untuk sabar dan tetap berdoa
Kejadian  yang mempertemukan aku dengan pekerjaan
Kejadian yang Ku harapkan Takan Terulang lagi



Jumat, 18 Januari 2019

Dibalik Putih Abu-abu

Nama ku biasa di panggil oleh teman teman aida. setelah lulus SMP aku berfikir pasti aku akan bersekolah di depok dimana tempat saudara bapakku. tapi berbagai kejanggala dihati aku memilih untuk bersekolah di SMK N 1 kramatwatu. pada tahun 2012 tepatnya. Sekolah tersebut memang belum memiliki gedung. Namun sistem pembelajaran disana menyenangkan