catatan ini ditulis pada 2016 bulan oktober, kala itu tidak henti ucapan syukur ketika anugrah dating, namun kali ini pembelajaran dimata lalu yah teman
Ayah …..
Dulu kau selalu berkata…
Anak ku Kau Kau akan Jadi apa …………..apa kau tak punya cita-cita…
Kamu sekolah tinggi
Untuk apa ilmu yang kau punya.. apa kau tak ingin kerja
Membantu adikmu sekolah,,, ilmu mu tidak berkah
Kata itu yang masih aku ingat yah,,
Kata yang setiap hari aku dengar
Kalimat terucap ketika ayah memarahi aku
Ketika kekesalan ayah semuanya terimpas pada ku
Seakan aku hanya menjadi pelampiasan keluarga
Seakan aku hanya benalu dalam keluarga
Sakit ketika kau pertanyakan aku seperti itu
Sakit ketika aku mendengarnya
Seakan aku tak punya keinginan
Seakan aku hanya seorang pengangguran yang putus asa
Aku memang putus asa ayah
Tapi itu hanya sejenak
Untuk melepas semua beban yan g aku pikul
Semua kejadian yang aku alami
Semua kebohongan yang telah membohongi ku
Karena aku lelah dengan semua masalah ini,
Masalah yang tak pernah ada ujung nya
Ayah tau kah engkau
Aku punya banyak beribu mimpi
Aku ingin membahagiakan ayah
Aku ingin membayar piutang ayah
Aku ingin yah, menyekolahkan adik,
Aku ingin semua itu,, mimpi aku besar yah
Tapi apa semua yang aku inginkan hanya mimpi
Perkataan ayah hanya membuat aku menjadi lemah
Ayah tau aku memang anak yang tak tau diri
Tapi aku punya seribu mimpi
Ayah,,
Jiwa mu, raga mu, sabarmu,
Selalu ada ketika aku terjatuh
Ketika tlah terbohongi oleh jiwa yang tak punya hati
Kau tetap ada di sampingku,, walau hatimu sakit
Walau kau pun lelah
Namun kau tetap menjadi penopang bebanku
Penopang Jiwa ku yang rapuh
Kau tak Pernah Ada hentinya Mengingatkanku
Membayangiku denga Pikiran Positifmu
Kejadian yang mengajari aku dewasa
Kejadian yan g mengajari aku akan kejamnya hidup ini
Kejadian menguatkan aku untuk sabar dan tetap berdoa
Kejadian yang mempertemukan aku dengan pekerjaan
Kejadian yang Ku harapkan Takan Terulang lagi